Walau Berstatus Tersangaka, Hilman Mattauch Tidak Masuk Penjara

by
Walau Berstatus Tersangaka, Hilman Mattauch Tidak Masuk Penjara
Walau Berstatus Tersangaka, Hilman Mattauch Tidak Masuk Penjara

Hilman Mattauch, jurnalis Metro TV kini harus repot berurusan dengan hulum karena di nilai lalai dalam membawa mobil Fortuner yang di dalamnya ada tersangka e-KTP Septo Novanto. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan olah TKP di lokasi kejadian, polisi menyatakan bahwa insiden Fortuner tabrak tiang listrik adalah murni kecelakaan. Hilman sendiri sudah di tetapkan sebagai tersangka. Walau sudah berstatus sebagai tersangka, Hilman sampai sekarang belum di masukan ke dalam penjara. Menurut Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, berstatus tersangka tidak mesti di masukan ke dalam penjara. Alasannya, Hilman di nilai cukup kooperatif selama pemeriksaan. Hilman hanya perlu melakukan wajib lapor seminggu 2 kali yaitu hari Senin dan Sabtu.

Hilman di mata polisi merupakan tersangka yang cukup berkelakuan baik karena memenuhi semua panggilan dan tidak menyembunyikan semua barang bukti. Hilman tidak akan di tahan selama dirinya tidak melakukan kesalahan yang sama. Hilman berstatus tersangka karena melanggar Pasal 283 dan Pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Hukuman akan pasal ini adalah penjara satu tahun dan denda paling banyak 10 juta.

Baca juga : Goyangan Mahasiswi Bandung Emank Enak-Enak

KPK Curiga Terhadap Hilman Mattauch

Walau Berstatus Tersangaka, Hilman Mattauch Tidak Masuk Penjara
Walau Berstatus Tersangaka, Hilman Mattauch Tidak Masuk Penjara

Sedangkan dari pihak KPK mengatakan akan bekerja sama dengan Dirlantas Polri yang menangani kasus SN. KPK menaruh curiga bahwa Hilman telah menyembunyikan tersangka SN selama ini. Kabar soal SN akan di tangkap KPK di rumahnya sudah di ketahui, namun SN tiba-tiba saja menghilang dari kediamannya. Keberadaan SN di ketahui setelah adanya kasus Fortuner tabrak tiang listrik. Jika benar Hilman adalah sosok yang menghalangi KPK mengusut kasus korupsi e-KTP, maka Hilman akan di kenakan Pasal 21 UU Tipikor dengan ancaman penjara 12 tahun.