Lakukan Hal Ini Jika Penyakit Asma Anak Kambu Di Pesawat

by
Majalah18plus – Jika anak Anda memiliki penyakit asma, jangan sampai kondisi tersebut menghambatnya untuk melakukan liburan atau bepergian naik pesawat baik bersama keluarga atau dengan teman-temannya. Dengan persiapan  matang, serta komunikasi yang baik, anak dapat terhindar dari terjadinya asma saat berada di pesawat. Namun, jika langkah pencegahan tak mempan dan asma si Kecil kambuh di pesawat, apa yang harus dilakukan?
Ilustrasi anak menggunakan oksigen membantu pernafasan ( majalah18plus/)
Berbeda dengan udara luar, udara di pesawat memiliki tekanan yang cenderung lebih rendah, lebih kering, dan memiliki tingkat polusi yang lebih tinggi. Karena menggunakan air conditioner (AC), udara di dalam pesawat bisa saja tercemar berbagai polusi dan debu pada saluran pembersih AC yang dapat memicu kambuhnya asma.

Selain itu, suhu dingin di dalam pesawat, debu yang menempel di kursi, atau debu atau bulu yang ada di selimut pesawat dapat memicu asma. Terkadang menu makanan yang tersedia di pesawat juga sangat terbatas, sehingga bisa saja menu yang tersedia justru dapat mencetuskan alergi atau asma si Kecil.

Persiapan perjalanan untuk anak yang memiliki asma

Sebelum anak melakukan perjalanan, pastikan asmanya terkontrol dengan baik. Jika kondisi asma anak belum terkontrol atau ada kecenderungan memburuk, periksakan anak ke dokter terlebih dulu. Bisa jadi dokter akan mengubah jenis atau dosis obat kontrol asma untuk anak Anda sebelum melakukan perjalanan.

Persiapan yang selanjutnya, jangan sampai lupa untuk selalu membawa obat-obatan asma anak, baik obat-obatan pengontrol asma maupun obat pereda asma seperti inhaler ataupun spacer. Bila diperlukan, siapkan juga nebulizer portable jika anak sering menggunakan nebulizer di rumah. Siapkan juga obat-obatan nebulizer pengontrol asma.’

Apa yang Anda lakukan jika asma si Kecil kambuh saat berada di dalam pesawat?

Pertama-tama, kenali gejala serangan asma anak seperti sesak napas dan batuk berlendir terus-menerus. Kemudian, jika Anda yakin si Kecil mengalami serangan asma, jangan panik karena panik justru akan membuat Anda tidak bisa fokus dalam menangani asma yang dialami anak.

Bolehkah anak dengan asma melakukan perjalanan sendiri?

Anak dengan asma yang sudah berusia cukup besar (di atas 12 tahun) dapat melakukan perjalanan sendiri asalkan Anda sebagai orang tua membantunya dalam melakukan persiapan secara matang. Persiapan yang dimaksud antara lain:

Mempersiapkan obat serta alat pengontrol dan pereda asma anak.

Bicaralah dengan guru, penanggung jawab, pengawas, atau teman-teman seperjalanannya agar mereka dapat mengantisipasi jika anak mengalami serangan asma saat dalam perjalanan.

Pastikan anak mengetahui dengan benar apa yang harus ia lakukan jika mengalami serangan asma di pesawat.

Ingatkan anak untuk menghindari pencetus asma serta meminum obat pengontrol rutin jika selama ia menggunakannya.

Pantau apakah kegiatannya dapat menyebabkan asma anak kambuh.

Meski serangan asma pada anak tergolong ringan, jangan sampai Anda mengabaikannya, karena bisa-bisa anak justru setelah sampai di tempat tujuan harus dilarikan ke rumah sakit. Ingat, kualitas udara dan lingkungan di pesawat dapat menyebabkan asma anak kambuh di pesawat. Oleh karena itu, lakukan persiapan sematang mungkin supaya anak terhindar dari serangan asma dan jika kambuh dapat diatasi dengan baik.