Rakyat Kecil Di Pecat Dengan Tidak Hormat Karena Beda Pilihan Dalam Pilkada

by
Rakyat Kecil Di Pecat Dengan Tidak Hormat Karena Beda Pilihan Dalam Pilkada
Rakyat Kecil Di Pecat Dengan Tidak Hormat Karena Beda Pilihan Dalam Pilkada

Berita Terkini Online – Momen Pilkada adalah momen yang harusnya memberikan rasa senang kepada warga. Warga pastinya ingin perubahan yang lebih baik untuk ke depannya. Untuk mewujudkan harapan-harapan di masa depan, tentunya di perlukan pemimpin yang tepat. Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, perbedaan suara pun merupakan hal yang wajar. Namun untuk saat ini, Pilkada merupakan momok yang mengerikan untuk sebagian warga. Banyak rakyat kecil yang di pecat oleh perusahaan tempat mereka bekerja hanya di karenakan perbedaan suara dalam memilih pemimpin.

Rakyat Kecil Di Pecat Dengan Tidak Hormat Karena Beda Pilihan Dalam Pilkada

Berikut beberapa contoh kasus Rakyat Kecil Di Pecat Dengan Tidak Hormat Karena Beda Pilihan Dalam Pilkada :

Guru di pecat karena pilihan tidak sesuai dengan pilihan pihak sekolah

Pilkada yang di lakukan tanggal 27 Juni 2018 kemarin, adalah peristiwa yang tidak menyenangkan buat salah seorang  guru SDIT Darul Maza Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Guru yang bernama Robiatul Adawiyah ini memilih pemimpin yang berbeda dengan pihak sekolahnya. Awalnya, Robiatul mengunggah status di media sosial yang maknanya mengucapkan selamat kepada Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum  karena telah terpilih sebagai Gubenur dan Rahmat Effendi-Tri Adhianto sebagai Wali Kota Bekasi (versi cepat).

Status Kepala Robiatul langsung di respon oleh Kepala Sekolah SDIT Darul Maza dengan mengatakan bahwa Robiatul di pecat. Robiatul di minta untuk mencari sekolah lain karena saat ini Robiatul tidak sejalan dengan visi misi sekolah yang sekarang. Pihak yayasan sudah memberikan arahan dalam Pilkada Jawa Barat maupun Kota Bekasi. Robiatul di anggap telah melanggar aturan sekolah.

Pecalang di pecat karena tidak pilih Koster-Ace

Pecalang bernama Made Sutam harus kehilangan pekerjaan karena tidak memilih I Wayan Koster-Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawai (Koster-Ace) dalam Pilkada Serentak 2018. Pecalang asal Banjar Angas Sari, Desa Ungasan Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung memilih pasangan calon (paslon) Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta). Pengurus pecalang  sudah memiliki kontrak politik dengan pasangan tersebut terkait bansos dan hibah dengan Koster-Ace.

Anti Ahok-Djarot

Pembina Masjid di RT 06 RW 02 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan di pecat saat Pilkada DKI 2017 lalu. Rasyidin Nawi, 68 tahun di pecat setelah pengurus masjid mengadakan rapat di Puncak, Bogor. Padahal bagi Rasyidin, Ahok adalah pemimpin yang mempunyai kinerja yang bagus dan juga jujur. Ahok juga merupakan pemimpin yang berani. Rasyidin sudah mengagumi Ahok sejak Ahok sebagai wakil Gubenur DKI Jakarta. Sejak di pecat, Rasyidin tidak salat di Masjid Darussalam lagi. Padahal dirinya merupakan salah satu ahli waris Masjid Darussalam. Rasyidin lebih memilih salat di Masjid lain di wilayahnya.

loading...